About

If I wind....I can bring every single laugh and tears in the same way
Should I tell you like the same way when I was crying or laughing at that time?

Let's be a friend!!!

Cari Blog Ini

Tentang Sebuah Short Messege

Tentang Sebuah Short Masseg


“Mb, ini…… aku mau tny. Klo mask frms itu gmn ya?”
“Wah, brrt mb sk bnget sm kimia ya?”

                Aku tercenung kembali mengingat percakapan singkatku dengan adik kelasku beberapa waktu lalu lewat SMS. Rasanya nyesek banget. Ada sesuatu yang ganggu banget saat dia menyampaikan dengan wow nya betapa hebatnya ketika aku bisa masuk farmasi. Hegh! Rasanya kayak sejuta satu paku nancep nih di kepalaku.
                Aku mengingat kembali masa-masa perjuanganku saat galau-galaunya milih universitas. Aku masih ingat semboyanku waktu SMP untuk memilih SMA 1 Karanganyar sebagai pilihan pertama dan satu-satunya buatku. Dan UNS sebagai universitas yang aku impikan. Yah, meskipun aku harus menanggung sindiran temen-temenku waktu itu. Mereka  bilang: “Halah, sekolah masa cuma disitu doang sih?” So what?! That’s just a choice. My choice.
                Aku masih terus memikirkan UNS sebagai tempat mengail ilmu selanjutnya sampai akhir kelas XI. Ketika temen-temenku mulai memimpikan ITB, UI atau minimal UGM. Tiga universitas yang menjadi top threenya Indonesia. Aku cuma tersenyum tipis lalu menimpali mereka, “Ah, aku yang deket-deket situ aja. Paling juga UNS.”
                “KU ya, Mi?”
                “Nggak ah, aku udah kehilangan sense ke KU.”
              Aku sering menertawakan impian kecilku itu. Entah kenapa waktu SD samapi SMP aku masih ngebet banget masuk KU. Kayaknya wow aja bisa masuk ke kedokteran. Hahaha… Tapi begitu aku tahu betapa nyebahinya yang namanya subota dan kitab-kitabnya aku mundur teratur. Dan aku sudah  kehilangan sense ke kedokteran begitu aku mulai benar-benar jatuh hati dengan  fisika. Tau nggak…bahkan selama SMA pelajaran yang paling momok bagiku adalah kimia. Aku bisa gila kalau berhadapan dengan  yang namanya kimia. Bahkan tawaran dari guruku untuk mendalami kimia (gara-gara tingginya nilai kimiaku) aku tolak dengan halus.
              “Ah, maaf Bu, udah ada fisika di hati.”
              So…ketika adik kelasku itu tanya dengan nada tak berdosa, aku akan menjawabnya dengan jelas  bahwa dari jaman aku kenal yang namanya kimia, aku udah ilfil sama pelajaran satu itu. Entahlah…aku juga nggak tau kenapa. Tapi sekalipun sesebelnya aku sama kimia, nilai kimiaku merangkak naik terus tiap akhir semester. Meninggalkan nilai fisikaku jauh dibelakang (ah….bete deh).
              Aku sering berdoa dalam hati kecilku: Ya Allah…semoga kalau aku kuliah aku nggak akan lagi ketemu lagi yang namanya kimia. Amiiiiiin. Dan waktu kelas XII aku diam-diam memupuk keinginanku untuk masuk sastra. Meskipun aku suka sastra dari dulu, aku nggak punya planning untu mengambil fakultas sastra ketika duduk di bangku kuliah. Kontan aja ortuku kaget waktu aku bilang kalau aku pingin masuk sastra. Dimarahilah aku habis-habisa. Sedih? Jelaslah. Tapi yam au gimana lagi, kan mereka yang nyekolahin aku. Mereka juga udah luluh waktu aku ngotot nggak mau masuk kedokteran.
              Mulai galau lagi deh. Antara fisika, sastra dan pendidikan. Nah, aku mulai mengerucutkan jalur pikiranku. Gimana kalau pendidikan fisika UNS. Tapi….hiks…hiks….entah kenapa nilai fisika makin anjlok saat aku naik kelas XII. Yah, nggak anjlok juga sih, menurun maksudnya. Bahkan niali seniku pun behasil dengan gemilang merebut posisi fisika di 3 nilai terbaik rapotku. Bhahaha….Sedih juga sih.  Aku juga mulai curiga kalau aku tuh cuma suka tanpa dasar sama fisika. Suka sih suka…tapi bakat sih kagak. Hiks.
              Hohoho….aku tidak akan menyinggung soal kimia, Karena mapel satu itu udah aku singkirin jauh-jauh dari lubuk hatiku. Pokoknya, jangan sampai deh kuliah entah ngublek-ngublek lag yang namanya stekiometri, molal, molar, reaksi kimia dan sederet kawannya  itu. So…aku jelas menghidari jurusan-jurusan yang mengarah ke maple  satu itu. Kayak ya MIPA kimia, pendidikan kimia, teknik kimia, farmasi, dll, dkk.
              “Ayolah mil, kamu jadinya milih apa?”
              Itu pertanyaan kawan deketku, Pipit,  saat pendaftaran jalur SNMPTN Undangan resmi dibuka. Galau deh…hadeh. Aku cuma menggeleng. “Nggak tau lah. Bigung aku.” Mungkin anak-anak yang dapet  jalur undangan ketika di tanya kayak gitu pasti jawabannya sama. Tapi dibelakangnya masih ada embel-embelnya lagi. Misalnya nih….
              “Git, kamu jadinya milih apa?”
              “Nggak tau, Mil. Tapi pengennya sih di Kesmas.”
              “Lha kamu, Rul?”
              “Bingung juga sih. Tapi rada codong ke PWK gitu sih.”
              Kalang kabut juga sih waktu temen-temen udah pada netepin pilihan. Walaupun bingung tapi mereka seenggaknya udah mulai  nentuin pilihannya. Pilihan pertama ini, pilihan kedua itu. Dan aku? Masih terkatung-katung dengan pertanyaan pada diriku sendiri, aku tuh sebaiknya milih apa???? Sastra?  Aku bakalan dibantai ortu habis-habisan. Apalagi sudah ada warning dari pihak sekolah bahwa anak-anak IPA kalau bisa jangan mengambil kursinya anak IPS. Aghhhh…tambah sempitlah jalanku ke sastra.
              “Lha kamu sendiri milih apa, Pit?”
              “Aku mantep di farmasi mil. Farmasi itu….lalalalaala…”
              Aku sampai bengong sendiri mendengar penjelasannya yang plek-plek-plek. Beneran niat banget tuh anak. Tap yah…bagus lah. Ketimbang aku coba. Sampai H- sekian sebelum penutupan pendaftaran pun aku masih galau. Bahkan kayaknya aku udah pasrah, Ya Allah apapun deh, yang penting kuliah. Desparate banget kan…kakaka.
              “Lha kamu apa, Mil? Ayolah Mil, biar kita-kita tahu siapa yang bakalan jadi saingan ita di SNMPTN Undangan ini?” bujuk si Pipit lagi.
              “Farmasi mungkin,” godaku sumringah.
                “Lho, kamu itu kayak gitu kok. Masa aku milih farmasi kamu juga milih itu.”
              “Lhoh, kan kita bisa saingan terus kalau kuliah bareng.”
              Jujur ya…waktu itu aku cuma bercanda waktu aku bilang kayak gitu. Maksudku kan ngegodain dia gitu.
              “Gimana kalau gini aja, Mil. Kamu kedokteran UGM  aku yang Farmasi UGM. Gimana?” aku kayaknya nggak bisa lupa deh ekspresinya waktu itu.
              “Nggak ah, aku di farmasi aja. Sama kayak kamu.” Aku beneran ngakak kalau inget cemberutnya waktu itu.
              Ah, karena si Pipit ini ikut BM, jadi pendaftaran SNMPTNnya didahulukan ketimabang yang jalur regular. Aku langsung shock berat waktu dia keluar dari ruang BK buat ngisi blangko pendaftaran dengan senyum garing.
              “Cie…cie…anak UGM, farmasi nih…”
              “Nggak e mil, aku ganti. Aku milih Agronomi UGM tuh.”
              :O…ya…what the hell is going on?  “Lha kenapa”
              “Lha kamu milih farmasi kok. Aku kan…”
              ASTAGHFIRULLAH….aku tuh nggak serius woy!!
              At least…aku mulai mikir buat masu KU lagi. Hadeh…kayaknya saking stressnya kali ya. Tapi probabilitasku masuk KU UNS lewat undangan tuh kayak nggak ada deh. Aku musti berjuang lewat jalur tulis. Apalagi bapak masih ngarepin banget aku masuk KU. Dibela-belain juga jelasin ke aku kalau aku masuk KU kesempatanku untuk sosial masyarakat lalalalal, dapet pahala lalalala, dan apalah itu aku lupa  tuh lebih besar. Aku manggut. Temen-temen pun kayaknya dukung juga kalau aku masuk KU (halah padahal aku kan nambahin saingan yang juag memperebutkan kursi di KU. Hahahah).  H-3 aku putusin…ya udah deh KU aja. :D. Bhahahaha…Plin-plan banget ya.
              “KU UGM sama KU UNS ya?” tawar bapak.
              Gubrak! Astaga!!!!!! Ya Rabb…bunuh diri itu. “Nggak mau. Sastra UGM sama KU UNS?” negoku ulang.
              Dan setelah dibicarakn berjam-jam sampai panuan pantatku, akhirnya dipilihlah pendidikan bio UNS (aku juga nggak tau kenapa aku milih ini, mungkin mengingat kalau biologi nggak jelek-jelek amat dan aku masih semangat ketemuan sama pelajaran satu itu), KU UNS, Sastra UGM (terserah kamu mau masuk apa. Yes. Oke! Besok jadwal pendaftran buat kelasku dan aku siap.
              Aku nggak tau rencana apa yang Allah persiapkan untukku. Aku sakit. Panas tinggi di hari pengisian data buat anak-anak kelasku. Pingin nangis rasanya. Ya Allah….tapi ya badan aja kayak nggak bisa gerak  di tempat tidur. Esoknya walaupun belum sembuh, aku bela-belain ke sekolah. Yah berjuang ngisi pilihan di ruang BK. Jalan aja mau pingsan rasanya. Pipit yang nemenin.
              “Ehm…Pak,boleh lihat temen-temen pada pilih apa gitu nggak, Pak?” cengirku saat aku mau mengisi blangko Undangan.
              Bukan jawaban yang aku dapet tapi malah serentetan nasihat yang intinya aku tuh milih nggak boleh terengaruh sama temen-temen. Ah…please deh. Aku tuh cuma mau ngulur waktu sambil memantapkan hatiku buat pilihanku. Nah, sensasi waktu ngisi universitas pilihan aku ngerasa kalau aku benra blangk. Rencana yang aku susun matang-matang hilang semuanya. UNS pilihan pertama dan UGM pilihan kedua.
              Dan aku nggak tau kenapa waktu itu aku nulisnya kebalik. UGM pilihan pertama, UNS pilihan kedua. Dan aku nggak merasa kalau itu aneh. Trus ngisi prodi. Tiba-tiba au langsung ngisi farmasi dan TPHP (coba aku kepikiran apa ini) dan KU di UNS. Aku masih inget waktu aku tanya sama Partini, kawanku beda kelas....
              “Eh, Tin…pilihamu yang TP…TP tuh apa?”
              “Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian maksudmu. TPHP?”
              Aku langsung mengangguk dan menuliskan pilihan TPHP di blangko pengisian undangan. Aku yakin kalau waktu itu aku beneran blank. Atau jangan-jangan saking depresinya ikutan jam ke-nol, pemadatan, ngerjain tugas, dan lain-lain, otakku mulai hang ya. Entahlah. Dan begitu keluar dari ruang BK, dengan  tampang polos aku tanya Partini lagi. “Tin, kalau TPHP tuh melajarin apa sih?” Bhahaha…
              Aku masih mikir kalau TPHP tuh masuk pertanian. Jadi ya aku nggak perlu terlalu khawatir kalau pilihan pertamaku di UGM tinggi banget. Tapi waktu Mas Joko, kakak iparku yang dosen di UGM telfon, dia bilang kalau TPHP temaptnya mengajar tuh bukan fakultas pertanian. Tapi fakultas yang berdiri sendiri dan eksistensinya cukup tinggi di UGM. Intinya tuh fakultas favorit gitu lah. Pucatlah aku. Hahaha…ya udah deh. Belajar yang keras aja baut bisa masuk KU UNS. Kalau emang jalannya disana ya mau gimana. :D
              

To be continued.......

Semangat Berbagi

SEMANGAT BERBAGI

                Ada sebuah hal unik  yang menarik dari negeri yang kini tengah memperjuangkan kemerdekaannya. Palestina. Di negeri itu terdapat dua buah Laut  yang berasal dari sumber yang sama, yaitu Laut Mati dan Laut Galilea.
                Sesuai namanya, Laut Mati adalah laut yang benar-benar mati. Bahkan makhluk seperti plangkton dan bakteri pun tidak sanggup hidup di laut yang dikelilingi daratan ini. Airnya yang sangat asin membuat bakteri mati. Dan mungkin kita langsung sakit jika mencoba meminum airnya. Jangan pernah mencoba memancing di Laut yang sebenarnya sangat tenang ini, karena tidak ada satupun ikan yang bias ditemukan disana. Jangankan ikan, manusia pun menghindar dari laut ini karena baunya yang tak sedap.
                Sangat berbeda dengan Laut Galilea. Namanya yang cantik sudah menggambarkan betapa indahnya tepi pantai laut ini. Laut ini sebenarnya hanya sebuah danau yang sangat luas dengan air jernih yang bisa diminum.Tempat ini dikelilingi pepohonan, ladang dan rumah-rumah penduduk. Ikan pun bias dikail denan mudah. Konon Nabi Isa pun pernah berlayar beberapa kali di tempat ini.
                Sungai Yordan yang menjadi sumber kedua Laut ini mengalirkan airnya dengan jenis yang sama,tidak ada satupun bahan yang dibubuhi saat aliran air itu memasuki Laut Mati atau Laut Galilea.Lantas apa yang membuat airnya berbeda begitu sampai di Laut Mati maupun di Laut Galilea?
                Jawabannya sangat sederhana.
                Air dari Sungai Yordan hanya dtampung sementara di Laut Galilea. Lalu dia mengalirkannya ke danau lain untuk diambil manafaatnya. Sedang Laut Mati dengan egoisnya menyimpan sendiri air Sungai Yordan tanpa pernah membaginya ke danau lain disekitarnya. Hal itulah yang membuatnya mati.
                Subhanallah! Sebuah ayat kauniyah sederhana yang ditunjukkan Allah kepada kita. Sebuah ayat  sederhana yang mengajarkan kepada kita tentang betapa luar biasanya makna  dari ‘berbagi’.
                Pada dasarnya saling  berbagi adalah  sifat dasar manusia sebagai makhluk social. Berbagi juga merupakan  sebuah pekerjaan yang tak ada batasnya. Dilakukan siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Dengan berbagi jugalah manfaat datang dengan sendiriya.Karena kita harus selalu ingat bahwa hidup harus memberi manfaat.Dan salah satu cara untuk memberi manfaat adalah deangn berbagi. Berbagi ilmu yang dimiliki, waktu luang yang dipunyai atau sekedar berbagi kebahagian dengan mendoakan orang lain.
                Apalagi sebagai muslim  kita tidak boleh hidup tanpa berbagi manfaat apapun. Bukankah Rasulullah juga mengajarkan umatnya untuk hidup  dengan memberi manfaat? Bahkan nilai iman seseorang juga ditakar dari seberapa banyak orang tersebut memeberi manfaat kepada orang lain. Kebaikan juga ditimbang dari kontribusnya dalam memberi manfaat bukan kecerdikannya dalam megambil manfaat dari  orang lain.
                Sekedar meminjam istilah anak muda: semua semau gue.  Gue-gue, loe-loe.Ini merupakan inti dari egoisme alias mementingkan diri sendiri.  Hidup seperti inilah yang disibut istilah hidup tapi mati. Orang-orang yang hanya peduli pada kesenagan sendiri tanpa ada empati pada orang sekitar. Tidak peduli kesusahan tetangga kiri kanan. Tidak mau tahu kalau tetangga pojokan sedang tahlilan, dan lain sebagainya. Tidak ada hal lain yang didapatkan dari hidup seperti ini selain kekosongan dan kehampaan . Sama seperti kisah Laut Mati yang sudah disebutkan diatas.
                Dalam sebuah buku disebutkan bahwa orang yang sering memberi akan mendapatkan kebahagiaan. Dan rasa bahagia  itu berbanding lurus dengan peningkata kesehatan. Itulah rahasianya kenapa orang yang gemar berbagi terlihat lebih tenang hidupnya.
                Saudaraku, maka dari itu…jangan sampai kita lelah untuk saling berbagi dan memberi. Karena apa yang kita berikan pada orang lain akan kembali pada diri kita. Apa yang kita berikan tidak akan mengurangi jatah kita.  Ilmu misalnya, tidak akan berkurang kepadaian kita jika kita mengajarkan kepada orang lain. Mungkin justru ilmu itu akan tumbuh berkembang menjadi amal jariyah yang pahala kebaikannya tidak berhenti walau orang yang pertama kali memberi ilmu telah tiada.  Dan ilmu itu lama-lama akan mati jika disimpan untuk dirinya sendiri. Tidak akan memberi manfaat lama bagi orang yang memiliinya.
                Dan mari dari sekarang kita budayakan hidup saling berbagi dan memberi manfaat.
                Khairun-naasi anfaianhum lin-nas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,

Antara Sebuah Pendidikan dan Korupsi

   Antara Sebuah Pendidikan dan Korupsi

Tidak ada yang salah dengan system pendidikan. Sistem pendidikan adalah subuah system yang berfokus pada pengajara moral dan etika suatu bangsa.  Berperan secara nyata dalam mencetak generasi-generasi penerus bangsa, agen of change masyarakat. Namun kadang secara tidak disadari pendidikan sendirilah yang meneikung semua aspek moral dan etika bangsa itu sendiri.
Sistem pendidikandi Indonesia sendiri bisa dibilang cukup bagus. Dengan mulai menjamurnya sekolah anak usia dini, Sekolah dengan standar Internasional, banyaknya biasiswa pendidikan dan lain-lain. Namun yang menjadi garis bawah adalah apa kah system tersebut dijalankan secara benar. Jawabannya adalah tidak.
Sadar atau tidak sadar system pendidikan di Inodnesia terlalu menghamba pada sebuah tigkatan nilai angka, peringkat dan semacamnya. Anak-anak dididik untuk bersaing menjadi yang terbaik dengan berbagai cara. Tidak peduli cara seperti apapun akan ditempuh untuk membuat seorang anak bisa menduduki peringkat unggul.
Anak-anak dituntut untuk mendapatkan nilai maksimaltanpa diimbangi dengan pengajaran moral yang maksimal. Mereka dikejar oleh system yang menelikung nilai-nilai moral dan sering kali membuat anak-anak mulai berpikir bahwa nilai adalah segala-galanya.
Contoh nyata adalah UN atau Ujian Nasional Banyak siswa SD hingga jenjang SMA tersita menghabiskan waktu luang di berbagai tempat bimbingan belajar. Kelulusan mutlak 100% menghinggapi teror psikis pada semua elemen pendidikan, terutama guru dan siswa. Siswa yang gagal dalam UN, merasa terancam tidak lulus sekolah. Otak siswa dipaksa hanya berfokus pada aspek kognitif dengan menghafalkan segala jenis soal UN yang sama dengan tahun sebelumnya. Ironisnya, otak siswa tidak lagi diberi ruang keleluasaan untuk menumbuhkan kecerdasan emosi di dalam memahami persoalan sosial di sekelilingnya. Sekolah telah berubah fungsi menjadi pabrik bimbingan belajar dibandingkan memberikan proses mengembangkan karakter positif pada kepribadian siswa.
Harga yang harus dibayar lebih mahal adalah proses perkembangan moral siswa menjadi tergadaikan karena menyaksikan sendiri banyak role model yang seyogyanya menjadi agen moral yakni guru, melakukan perilaku curang demi meluluskan siswanya. Posisi guru adalah korban yang rentan untuk ditimpakan kesalahan. Sebetulnya, masih banyak guru baik yang berpegang pada nurani untuk bertindak jujur namun tidak terdengar suaranya. Banyak guru mengungkapkan tekanan psikologis ketika menggadaikan nuraninya untuk melakukan manipulasi nilai, menyebarkan kunci jawaban, dan menyuruh mencontek pada siswa di kelas. Guru terpaksa berbuat demikian karena tak sanggup melepaskan diri dari tekanan kepala sekolah dan kepala diknas demi citra sekolah. Keberhasilan guru dalam melakukan pendidikan hanya diukur dari angka, lulus atau tidak lulus, sementara pendidikan karakter untuk menghasilkan siswa yang berbudi luhur telah diabaikan.
Kasus-kasus diatas merupakan salah satu kasus kecil yang dapat menyebabkan permasalahan selanjutnya ketika anak-anak yang dididik dengan system demikian menjadi dewasa. Tuntutan-tuntutan nilai yang makin membumbung tinggi  membuat siswa melakukan segala cara untuk mencapai target tersebut. Mengesampingkan nilai-nilai moral yang seharusnya ditumbuhkan melalui  pendidikan. Tapi pada kenyataannya system pendidikan tidak membuat anak-anak menjadi terdidik moralnya. Mereka rela menyontek, mencari kunci secara online atau tindakan tidak jujur lainnya hanya demi sebuah nilai.
Dari awal mungkin tidak terlihat unsur korupsi didalamnya. Namun  didikan un tuk menjadi seorang koruptor jelas ada. Ketidak jujuran merupakan salah satu indikasi dalam terbentuknya sifat-sifat seorang koruptor. Bahkan jika ditili lebih dalam lagi ternyata didikan ini semakin mengakar dengan system pendidikan masa kini.
Hal lain lagi adalah system pendidikan yang ada di Indonesia sekarang ini menjadikan anak-anak Indonesia tidak terlalu mementingkan nilai moral. Karena nilai moral tidak akan membawa mereka menuju ijazah kelulusan. Hal ini lah yang makin memudahkan terjadinya korupsi d kemudian harinya. Karena sejak awal tidak ada didikan moral dalam system pendidikan yang menjadi keseharian siswa-siswi Indonesia,
Hal yang harus disadari dan dilakukan sesegera mungkin adalah dengan merombak system pendidikan yang ada. Dimana membuat suatu system pendidikan yang  bukan hanya berorientasi pada besarnya nilai namun juga mengindahkan prinsip-prinsip moral yang ada.

Tentang Sebuah Persahabatan

Menurut kalian apa artinya persahabatan?
Menurut Kak Wina, kakak kosku...persahabatan itu kamu, aku jadi kita....kakakaka ^^
Kalau kata Kak  Retno, persahabatan itu..dibentuk dari kata sahabat dikasih prefiks per dan sufiks an dan jadilah kata benda. Nah, tulah yang dinamakan kegilaan anak kos...:D

Dan kalau menurutku sendiri persahabatan itu....cantik. Dan sahabat itu adalah sesuatu yang membuat seseorang bisa melalui hari-harinya tanpa perlu peduli seton, segalon, setruk, atau segunung masalahnya. Karena disampingnya ada sahabat yang selalu bisa dan bisa menyemangatinya, menggegam tangannya kala suka duka, dan tersenyum. Dan yang paling penting....seseorang  yang selalu bisa mencharge semangat hanya dengan senyum plus "semangat ya". :D

Aku punya banyak kawan-kawan yang luar biasa. Sungguh luar biasa sampai kadang aku tak bisa mendeskripsikan satu-satu. Mereka itu seperti telaga, manik mutiara dalam hidupku. Hohoho...lebay deh...:)

Tapi kadang aku nggak tau kalau sebagai sahabat aku pernah menyakiti mereka. Mungkin aku yang terlalu buta kali ya. Hiks...

Aku pingin banget ngirimin surat ini buat salah seorang sahabatku. Sahabat yang pernah melalui hari-harinya bersamaku. Tentang seseorang yang sungguh aku rindukan. Tentang dia yang pernh tertawa bahagia bersamaku. Tertawa tanpa beban masa-masa remaja.. (uhuk...kok bahasanya lebay banget ya...kakaka).

Ah, iya aku jadi ingat. Aku iri banget sama persahabatan anak-anak kecil.Saat mereka cekcok, saat musuhan...kayaknya itu hanya berlangsug dalam hitungan detik deh. Esoknya anak-anak itu udah main bareng lagi. Tapi kan beda jauh kalau yang gitu anak umur belasan. Dendamnya duh....dibawa kemana-mana.
Coba aja kalau semua persahabatan seperti layakya seperti persahabatan anak kecil. Hmmmm....

Sebiru hari ini
Indahnya bak permadani di taman syurga
Seindah hati kita bersama disini...
Bukankah hati kita telah lama menyatu dalam tali kisah persahabatan Illahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya, hapus airmata meski kita tlah berpisah
Slamat jalan teman tetaplah berjuang...smoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita...seiru hari ini...:)

I send this just for you....L
I'm sorry...sorry for being so rude...

Angin...pernah terbang rendah, tinggi atau melayang perlahan
Dia pernah menyapa Bulan, Langit, Matahari...
Dia pernah menyentuh pelan Ranting dan menerbangkan daun dari Pohon...
Tapi sungguh Angin tak pernah tau...
Apa Pohon marah saat daunnya diterbangkan....
Apa Ranting kecewa kalau Angin menyambut belainya
Angin pernah menabur buih Ombak....
Tapi dia juga tak pernah tau apa Ombak marah padanya
Saat Angin memperkenalkannya pada tajam Karang, pada hangat Pasir
Dan Angin sungguh tak tahu itu...

Pantai Pandan Sari

Kemarin, Minggu, 2 Desember 2012...aku dan anak-anak magang KMMF go tour ke Bantul, tepatnya ke pantai Pandan Sari. Wah...jadi keinget waktu aku dan anak-anak MYSTIC tour de Gunoeng Kidoel, hahahaha....

Dalam sejarah ini pertama kalinya aku outbond di pantai lho, setelah sebelumnya aku selalu dan selalu outbond di daerah Gunung Lawu..

Jujur nih ya...pantainya tuh....ehmmmm....bisa dibilang nggak terlalu terawat sih, tapi klo sekedar menikmati cemara-cemara mungil dan kebun buah naga, sippp....disana adanya... hehehe....

Look at......walau nggak seindah pantai di tepian Gunung Kidul...tapi tetep cantik ya....Subhanallah...:)

Ceritanya disana outbond buat para magang. Asyik sih..... jadi tambah kenalan baru... dan dapet oleh-oleh pekerjaan baru. Tau nggak apa? Yapz...pekerjaan favotitku. Sekretaris. Buat Mubes para pengurus untuk nentuin ketua KMMF tahun 2013 nanti. Cie...:D

Udah berapa tahun ya aku nggak lagi jadi sekretaris, hihihi.....
Yah, dengan suasana berbeda...dengan ketua koor yang pastinya berbeda, ehem...hehehe... dan tanggung jawab yang berbeda pula... yap tetep SEMANGAT!!!

Falling in Love

Kawan, pasti sebagai anak muda jatuh cinta itu merupakan hal yang wajar. Apalagi nih ya diusia belasan kayak ..kayak siapa ya?...cie.... Temenku pernahbilang kayaknya nggak wajar deh ketika seorang sudah mencapai usia-usia segitu atau istilahnya tujuh belas tahun plus, tapi belum pernah jatuh cintrong. Itu kayaknya aneeeeh banget. Dan" jatuh cinta" itu tidak pernah alergi sama orang-orang yang bahkan udah dilabeli ikhwan sama  akhwat. Ehem.....

Sebelumnya....cerita dulu deh....
Menjelang akhir SMA aku dapat curhatan dari seseorang, dia  pernah meletakkan hatinya pada seseorang yang sebenarnya sih biasaaaaa saja. Tapi entah kenapa dia bisa nyaman banget kalau sekedar cerita, guyon atau apalah sama si doi. 

"Tapi jangan salah ya...tentu saja aku nggak mengiyakan perasaanku gitu aja." Itu katanya waktu itu.  Aku tertawa aja begitu dengerin cerita sohibku yang notabene seorang akhwat sejati. Maksudku akhwat dengan tampilan mempesona yang kalemnya ngungkulin makhluk pingitan.

"Klo menurutmu gimana?"
"ya gimana ya...susah juga klo jelasin hal abstrak gitu?" Aku cuma bisa terkekeh begitu ngeliat tampang merengutnya. "Aku jelasinnya pake cara fisika aja ya.." Asli aku langsung kena timpuk. :D

Gimana ya...klo menurutku sih, karena aku bukan tipikal cewek yang gampang GR atau bahkan cenderung tulalit soal gituan (yah, karena mayoritas temen kecilku bilang gitu) hal itu emang kadang bikin ribet sih. Aku pernah inget waktu aku nyaris ciuman sama truk waktu diboncengin temenku. Masalahnya sih sepele. Dia curhat sambil nangis-nangis soal mantan dia. Hadeh....

Atau curhatan temenku SMP yang bingung mau nentuin cowok mana yang musti diapilih, sedangkan cowok yang dia suka malah cuek bebek sama dia. Woaaa...so complicated. :D

Buatku sih...apa itu cinta....cinta itu adalah ketika kita mengigat nama seseornag lebih, mencari sosoknya saat ada kesempatan, tersenyum saat bertemu dengannya dan langsung dapet good mood walau cuma lihat kelebat bayangnya.

Dan pernah nggak sobat, ngrasain bahwa sebenernya kita ini dicintai lebih dari apapun oleh yang Maha mencintai. Bukankah Dia akan selalu ingat kita walau kita jarang inget Dia. Bukankah Dia selalu senang ketika kita bermanja-manja di dekat-Nya dan meminta apapun pada-Nya. Dia nggak pernah protes kok walau kita bawelnya nggak ketulungan.

Aku pernah mendengar sebuah doa yang diajarkan murobbiku...sederhana sih tapi ngena banget....:
"Ya Allah kalau dia memang baik untuk hamba maka dekatkanlah, kalau tidak mohon jauhkanlah dia sejauh-jauhnya. Ya Allah tolong lindungi hati ini dari dia, dan lindungi hatinya dari hamba. Ya Rabb, yang membolak-balikkan hati manusia, lindungi dia dari fitnah wanita yang mungkin saja bisa berasal dari hamba, dekatkan dia pada lingkaran tarbiyah dan istiqomahkan hamba pada lingkaran tarbiyah ini. Ya Allah...berikan yang pantas untuknya dan untuk hamba, sesuai dengan skenario yang terbaik menurutmu dan sabarkanlah hamba untuk itu. Ya Karimm... semoga hati dan cinta ini tetap istiqomah mencintai dan mempersembahkan segalanya untuk-Mu."
------with Love------


Powered By Blogger
 
Little Queen Wind Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger