About

If I wind....I can bring every single laugh and tears in the same way
Should I tell you like the same way when I was crying or laughing at that time?

Let's be a friend!!!

Cari Blog Ini


Love Farmasi


Ehm....waktu itu ada upgradingnya BEM...karena aku telat...jadi dapet tempat duduk paling belakang deh. Trus karena temn-temenku pada rame sendiri aku nggak terlalu  denger apa yang pembicaranya omongin (ngantuk juga sih....:D). Nah jadinya nyorat-nyoret kertas nggak jelas gitu buat nahan ngantuk...jadinya malah kayak gini...hahaha


Kenapa Menangis?

Malam sebelumnya, sebelum aku memposting tulisan ini maksudnya, aku menangis sendirian di kamar kosku yang full dengan barang-barang serba biru. Meski temen-temenku sudah menanyakan kenapa aku menangis pun sampai sekarang aku masih menjawabnya dengan gelengan. 

"Kamu homesick pa?"
Aku menggeleng. Lebih dari homesick sepertinya Entahlah...tapi aku hanya ingin menangis.

Entah kenapa malam itu aku merasa lelah sekali. Lelah dengan semua hal yang sudah aku jalani selama hampir delapan bulan ini aku lakoni sebagai seorang mahasiswa. Aku menatap setumpuk laporan yang menggunung dan belum aku rampungkan. Bahan presentasi yang belum aku sentuh dan callingan dari temen-temen SMA yang sedang berjuang bersama menyelamatkan temen kami di Bandung sana. Huf....

Jujur saja...bukan karena itu aku menangis. Bukan karena laporan praktikum yang makin membabi buta atau materi kuliah yang musti ditambal sana sini. Lebih dari itu. Aku sering kok dikejar-kejar deadline lebih dari itu. Aku sudah pernah ngrasain gimana depresi buat proposal hari Jum'at dan dikumpulkan ke ketua  di hari sabtu pada minggu yang sama. Atau buat skrips komik di hari yang sama dan dikumpulkan di hari yang sama pula. Tapi entahlah kenapa sekarang semanya jadi berbeda.

Malam itu semua keluh kesahku keluar. Cuma Allah yang tahu seperti apa rasanya hati ini. Cuma Dia yang mengerti. Malam itu semua sesak aku keluarkan. Entah mungkin saking capeknya nangis aku sampe jatuh terlelap. 

Malam itu aku kembali berkemelut dengan pikiranku sendiri. 2 tahun lalu, saat masih duduk di bangku SMA, aku jatuh koma, bisa dibilang gitu karena aku bahkan aku tak bisa ingat apa yang terjadi hari-hari itu.  Mengalami sedikit amnesia saat bangun dan kehilangan separuh saraf motorik hingga berbulan-bulan. Hal yang paling kutakutkan saat itu adalah....apakah aku akan mati? Malam itu entah kenapa terlintas bayangan yang sama. Bagaimana kalau tiba-tiba dipanggil Yang Maha Kuasa?

Aku melihat lagi buku impianku yang sudah tercoret kesana-kesini. Melihat lagi apa yang ada didalamnay membuatku benar-benar ingin menangis. Tahun ini sudah separuh lebih impianku yang tercapai. Seharusnya aku berjingkrak heboh kan? Tapi entah kenapa aku makin merasa sesak. 

Sobat, pernahkah kalian merasa bahwa impian-impian yang kita tuliskan itu adalah sebuah doa. Doa menghiba pada Allah agar Dia mengabulkannya. Dan ketika impian itu tercoret dari listnya bukankah itu artinya Dia mengabulkannya? 

Aku hanya merasa, Allah itu sungguh sangat baik, sangat rahiim bahkan saat manusia tidak meminta dia tetap memberi yang mereka butuhkan. Kalau menurutku...hanay menurutku. Dia begitu baik ketika sudah memberi kesempatan hidup padaku. Lahir dari orang tua beda rhesus mungkin hal yang lumrah bagi sebagian orang. Tapi buat orang yang mengerti dunia genetis hal itu bukan hal gampang. 

Diberi kehidupan sampai dititik ini, aku sungguh sangat mensyukurinya. Tapi ketika malam itu aku kembali mengingat apa yang sudah aku lakukan, itu membuatku kembai memnagis. 

Aku pernah membaca sebuah sinopsis buku "Ya Allah, kami sedang sibuk." Itu judulnya (kalau ngga salah inget sih). Malam itu ketika tulangku rasanya dilolos satu persatu aku mencoba mengingat lagi apa yang tertulis dibuku itu.

Well, berapa kali manusia meminta kortingan pada-Nya. Oke...aku bicara masalah mahasiswa di fakultasku (karena aku hidup di lingkungan itu). Tidak ada namanya malam tanpa laporan yang menggunung, tapi adakah satu malam saja untuk malam lembur dengan al-quran? Aku sungguh memnagis untuk itu. Aku selalu minta kortingan saat lelah ini menerpa. "Ya Allah, aku capek banget....murajaahnya besok aja ya..." 

Berapa menit yang dikerjakan untuk membaca al-quran dan berapa jam waktu yang digunakan untuk menulis laporan? Aku (atau mungkin ada yang lain yang setuju) selalu minta kortingan "Ya Allah....laporanku banyak banget, ngajinya 3 lembar aja ya....:-(. 

Atau ketika adzan isya bertalu-tau dari masjid sebelah. "Bentar Ya Allah...nanggung nih laporan."

Aku benar-benar menangis untuk itu. Ya Rabb, Kau bahkan tidak akan menanyakan kenapa kami begitu betah lembur tanpa tidur dengan laporan, tapi saat ada SMS buat mabit selalu ditolak hanya karena alasan yang sama. Laporan. 

Ada seseorang yang bilang padaku untuk selalu memperbaiki niat semuanya karena Allah. Tapi ya Allah, ketika semua laporan ini cuma  copas dari master-master sebelumnya...lantas niat itu apa Engkau meridhainya? Kalau tidak...lantas apa yang kami lakukan ini? Aku menangis untuk itu. Atau sekarang hatiku yang mulai membatu? :'(




Tentang sebuah SMS 2

Malam ini awalnya aku pingin upload gambar...tapi berhubung koneksiku nggak lumayan sip, aku pingin cerita aja deh... Lanjutin cerita lalu.

Cerita ini masih bermula saat aku dapet sms dari adik kelas yang tanya : "Mbak dulu masuk UGM lewat jalur apa?"
Awalnya aku mau jawab: "Lewat jalur Solo-Jogja deg :D" tapi berhubung kayaknya anak yang SMS aku itu tipikal anak yang serius aku urungkan tuh niat. "Ehem...undangan deg."

SNMPTN Undangan....kalau inget kata itu, ingatanku kembali melayang hari-hari setahun lalu. 

Begitu selesai ngisi formulir buat undangan satu hal yang langsung aku cari adalah buku-buku soal SNMPTN.Udah aku buru tuh dari versi loaknya sampai versi gressnya. Beda banget sama temen-temenku yang sama-sama anak undangan. Mereka masih bisa ongkang kaki sambil nungg penguman. 

Ya gimana ya...masalahnya aku udah terlanjur mikir kalau aku nggak bakalan keterima sih jadi ya mau nggak mau aku musti berjuang dengan keringat dan air mata (halah) di jalur tulis. 

Sambil nyiapain diri buat UAS yang ada di depan mata, aku siapain waktu khusus buat ngerjain soal SNMPTN yng ternyata bikin urat kepalaku keluar semua. Idih gilak..bener nih kata guru matematikaku kalau nih soal emang bertujan mendepak orang. --" Apalagi buat orang yang sama sekali nggak betah dengan yang namanya bimbel...beuh...yang namanya menghadapi godaan buat nyingkirin buku-buku SNMPTN dari buku gambar tuh udah kayak mendaki Everest kayaknya.Pokoknya setiap kali aku sukses ngerjain sekian soal dan nggak ngelirik buku gambar rasanya udah kayak dapet medali emas olimpiade Don Boscho. Wahahahah....

Tapi jujur nih kalau sekarang aku disuruh ngulang ngejawab soal SNMPTN udah rampal semua tuh metode yang dulu (sempet) aku hafal. :D kwkwkwkw.

Dan singkat cerita saat hari pengumuman UAS berlangsung paginya, pengumuman SNMPTN Undangan yang semula tanggal 26 Mei diajuin jadi tanggal 24 Mei jam 17.00. Apa nggak sakit perut coba? Paginya udah diare gara-gara pengumuman UAS, masih ditambah sorenya di PHP-in sama server SNMPTN Undangan yang nggak konek-konek. Yah...oke dah...walaupun aku udah positif yakin nggak bakalan diterima tapi nggak tau kenapa harapan itu masih tetap ada. Rasanya kok ya keren aja klo sampe keterima jalur undangan. Heheheh....

Naas nih buat aku. Modemku nggak jalan. Ditambah kabar dari temen-temenku yang pada daftar di UNS yang teriak-teriak kegirangan lewat telfon kalau mereka keterima. Udah bikin tambah konstipati nih. Sebenernya bukan cuma maslah keterima atau nggak sih yang aku pikirin, tapi juga pemilihan ketua karang taruna ntar malem. :D Akhirnya aku minta deh sama salah satu temenku buat bukain pengumuman punyaku. Dan satu hal yang membuatku shock plus ternganga plus...entah deh gimana aku musti deskripsiin. 

"Eh...Mil...selamat ya.Keterima nih. Cie yang anak UGM."
"Eh...masa' aku keterima di pilihan kedua sih? Bukane biasanya pilihan pertama universitas pertama ya?"
"Pilihan kedua gimana tho mil. FARMASI MIL, Farmasi!"
"Halah...serius lah....nek aku gak keterima ya bilang aja."
"Wech dibilangin kok."
"Kau serius."
"Iya mila...."

Dan begitu koneksi modemku berhasil tersambung aku langsung ternganga. Emang sih kata yang pertama kusebut ya alhamdulillah cuma kalimat sehabis itu yang bikin aku ketawa kalau mengingatnya. "Lho...kok bisa keterima ya?" :D



ZOOOOOOOONK !!!

ZoOoOoOoOnK !!!


Zoooooonk!! Kakakka beneran hari yang amat sangat tak terlupakan.
Rabu, 16 Januari 2013, setelah beneran kelar UAS semester 1, 8 anak manusia beda ortu, anak kos dan perantauan gila-gilaan membahas kemana mereka berdelapan mau hang-out bareng. Anak-anak itu adalah:
1.       Anggita Tyaswuri
2.       Fairuz Sakina
3.       Endah Rosyidiah
4.       Anindita Kasyafi
5.       Amatullah Mufidah
6.       Fidya Suryani
7.       Dwi Syahreni
8.       Amila Ahsani
Setelah menjalani perdebatan yang cukup panjang buat nentuin tempat hang-out sampai perut keroncongan…akhirnya diputuskan kalau kami cuma mau MAKAN. Dan tempatnya pun cuma  ada di Godean. Yah, maksudnya nggak jauh-jauh banget gitu lah.
Waktu masuk tempat parkirnya aku (kayaknya kami berdelapan) sudah shock berat. Nih tempat beneran kayak istana. Apalagi kami berlima yang naik mobilnya Endah, tukang parkirnya aja bela-belain bukain pintu mobil sambil tersenyum sumringah. Hegh…nih tempat mulai nggak wajar buat kami sebagai mahasiwa deh. Dan begitu si Ufi dan Gita berbisik-bisik kalau ternyata kita salah tempat langsung pucet lah muka kami. Kakakaka. Bisa ngebayangin lah…mahasiswa semester satu dengan tampang standar, duit pas-pasan, makan di kastil wah kayak gitu. Hadeehh, ngeri nih :D…kalau aku pribadi sih langsung beneran sakit kepala.
Apalagi waktu liat menu plus harganya. GILAKKKK. Ya Allah buat makan 4 hari cukup itu. Beneran langsung mual nih. Masa coba es teh aja goceng. Apalagi teh tawar 3000. Tambah gula dua sendok aja masa selisihnya 2000 banget sih. Emang ngaduk tehnya pake sendok emas gitu apa. Atau dibubuhi buira-butiran cinta kasih dari  chefnya gitu kali ya. Aku bahkan sempet mikir kalau tehnya itu dikasih krim atau apalah yang bisa membuatnya dua kali lipat dari harga pasaran mahasiswa. Tapi begitu pesanan minuman dating paling awal, ternyata biasa aja tuh. Nggak ada yang special. Lebih seger dan murah es tehnya kantin kampus. Kakaka…At least ketimbang menanggung malu, yah dispakatilah kalau pesen rame-rame atau istilah kerennya patungan. Bhahaha.  Dan inilah menu yang kami dapet….(plus es teh tentunya). Aku nggak mau nyebutin harganya. Cukup ingatanku aja yang jadi saksi kalau harga disana beneran nyesek. (Yah walaupun sebenernya cukup standar kalau dilihat dari tempatnya yang meling-meling gitu).
Langsung deh nih yang recommend tempat dapet tatapan super membunuh dari kawan-kawan. Bhahaha…..




                                                                                                                                                    

Ada satu pelajaran yang aku dapet dari perjalanan nyenepin tapi juga gokil itu. Kalau bepergian jangan lupa bawa sendok, garem dan gula. Contohnya pada kasus selisih yang hebrong antara teh tawar dan teh manis yang aku sebutin di atas. Kakakaka……….
                “Coba aku yang ngaduk, paling juga cuma selisih 200 perak,” Reni nyelutuk.
                “Pokoknya….karena  kita udah bayar mahal-mahal, nggak boleh ada makanan yang bersisa. Kalau bisa duri ikan tuh sekalian dimakan. Atau tadi yang pesen sembel diminum sekalian tuh,” imbuhku sedikit emosi. Hahahaha….sebenernya aku juga mau nyeletuk : ‘Gimana kalau piringnya kita bawa sekalian, itung-itung sebagai souvenir.’ Hahaha…
                “Ntar malem pasang status ya: “ZOOOOOOOONK !!!”. Jangan lupa ‘O’ nya ada 8. Huruf besar semua dan pake tanda pentung 3.”



         Memanfaatkan kesempatan buat  narsis ria. Iyalah…udah makanan mahal-mahal di kastil gitu…eman-eman kalau nggak foto-foto. ^^”


Nah…ayo yang berdelapan…kita lupakan saja makan-makan hari ini…udah terlanjut masuk perut. Kakaka….Tapi guramenya enak kok. Kalau ditraktir kayak gitu ditempat yang sama aku mau deh….:D
Dan begitu satu-persatu dari kami pasang status “ZOOOOOOOONK !!! di FB…berdatanganlah komen-komen dari kawan sejawat dan kakak tingkat. Hahaha…bener-bener bikin sensasi ya Anin and teh gank ini. Hehehehe…^^

Tentang Sebuah Short Messege

Tentang Sebuah Short Masseg


“Mb, ini…… aku mau tny. Klo mask frms itu gmn ya?”
“Wah, brrt mb sk bnget sm kimia ya?”

                Aku tercenung kembali mengingat percakapan singkatku dengan adik kelasku beberapa waktu lalu lewat SMS. Rasanya nyesek banget. Ada sesuatu yang ganggu banget saat dia menyampaikan dengan wow nya betapa hebatnya ketika aku bisa masuk farmasi. Hegh! Rasanya kayak sejuta satu paku nancep nih di kepalaku.
                Aku mengingat kembali masa-masa perjuanganku saat galau-galaunya milih universitas. Aku masih ingat semboyanku waktu SMP untuk memilih SMA 1 Karanganyar sebagai pilihan pertama dan satu-satunya buatku. Dan UNS sebagai universitas yang aku impikan. Yah, meskipun aku harus menanggung sindiran temen-temenku waktu itu. Mereka  bilang: “Halah, sekolah masa cuma disitu doang sih?” So what?! That’s just a choice. My choice.
                Aku masih terus memikirkan UNS sebagai tempat mengail ilmu selanjutnya sampai akhir kelas XI. Ketika temen-temenku mulai memimpikan ITB, UI atau minimal UGM. Tiga universitas yang menjadi top threenya Indonesia. Aku cuma tersenyum tipis lalu menimpali mereka, “Ah, aku yang deket-deket situ aja. Paling juga UNS.”
                “KU ya, Mi?”
                “Nggak ah, aku udah kehilangan sense ke KU.”
              Aku sering menertawakan impian kecilku itu. Entah kenapa waktu SD samapi SMP aku masih ngebet banget masuk KU. Kayaknya wow aja bisa masuk ke kedokteran. Hahaha… Tapi begitu aku tahu betapa nyebahinya yang namanya subota dan kitab-kitabnya aku mundur teratur. Dan aku sudah  kehilangan sense ke kedokteran begitu aku mulai benar-benar jatuh hati dengan  fisika. Tau nggak…bahkan selama SMA pelajaran yang paling momok bagiku adalah kimia. Aku bisa gila kalau berhadapan dengan  yang namanya kimia. Bahkan tawaran dari guruku untuk mendalami kimia (gara-gara tingginya nilai kimiaku) aku tolak dengan halus.
              “Ah, maaf Bu, udah ada fisika di hati.”
              So…ketika adik kelasku itu tanya dengan nada tak berdosa, aku akan menjawabnya dengan jelas  bahwa dari jaman aku kenal yang namanya kimia, aku udah ilfil sama pelajaran satu itu. Entahlah…aku juga nggak tau kenapa. Tapi sekalipun sesebelnya aku sama kimia, nilai kimiaku merangkak naik terus tiap akhir semester. Meninggalkan nilai fisikaku jauh dibelakang (ah….bete deh).
              Aku sering berdoa dalam hati kecilku: Ya Allah…semoga kalau aku kuliah aku nggak akan lagi ketemu lagi yang namanya kimia. Amiiiiiin. Dan waktu kelas XII aku diam-diam memupuk keinginanku untuk masuk sastra. Meskipun aku suka sastra dari dulu, aku nggak punya planning untu mengambil fakultas sastra ketika duduk di bangku kuliah. Kontan aja ortuku kaget waktu aku bilang kalau aku pingin masuk sastra. Dimarahilah aku habis-habisa. Sedih? Jelaslah. Tapi yam au gimana lagi, kan mereka yang nyekolahin aku. Mereka juga udah luluh waktu aku ngotot nggak mau masuk kedokteran.
              Mulai galau lagi deh. Antara fisika, sastra dan pendidikan. Nah, aku mulai mengerucutkan jalur pikiranku. Gimana kalau pendidikan fisika UNS. Tapi….hiks…hiks….entah kenapa nilai fisika makin anjlok saat aku naik kelas XII. Yah, nggak anjlok juga sih, menurun maksudnya. Bahkan niali seniku pun behasil dengan gemilang merebut posisi fisika di 3 nilai terbaik rapotku. Bhahaha….Sedih juga sih.  Aku juga mulai curiga kalau aku tuh cuma suka tanpa dasar sama fisika. Suka sih suka…tapi bakat sih kagak. Hiks.
              Hohoho….aku tidak akan menyinggung soal kimia, Karena mapel satu itu udah aku singkirin jauh-jauh dari lubuk hatiku. Pokoknya, jangan sampai deh kuliah entah ngublek-ngublek lag yang namanya stekiometri, molal, molar, reaksi kimia dan sederet kawannya  itu. So…aku jelas menghidari jurusan-jurusan yang mengarah ke maple  satu itu. Kayak ya MIPA kimia, pendidikan kimia, teknik kimia, farmasi, dll, dkk.
              “Ayolah mil, kamu jadinya milih apa?”
              Itu pertanyaan kawan deketku, Pipit,  saat pendaftaran jalur SNMPTN Undangan resmi dibuka. Galau deh…hadeh. Aku cuma menggeleng. “Nggak tau lah. Bigung aku.” Mungkin anak-anak yang dapet  jalur undangan ketika di tanya kayak gitu pasti jawabannya sama. Tapi dibelakangnya masih ada embel-embelnya lagi. Misalnya nih….
              “Git, kamu jadinya milih apa?”
              “Nggak tau, Mil. Tapi pengennya sih di Kesmas.”
              “Lha kamu, Rul?”
              “Bingung juga sih. Tapi rada codong ke PWK gitu sih.”
              Kalang kabut juga sih waktu temen-temen udah pada netepin pilihan. Walaupun bingung tapi mereka seenggaknya udah mulai  nentuin pilihannya. Pilihan pertama ini, pilihan kedua itu. Dan aku? Masih terkatung-katung dengan pertanyaan pada diriku sendiri, aku tuh sebaiknya milih apa???? Sastra?  Aku bakalan dibantai ortu habis-habisan. Apalagi sudah ada warning dari pihak sekolah bahwa anak-anak IPA kalau bisa jangan mengambil kursinya anak IPS. Aghhhh…tambah sempitlah jalanku ke sastra.
              “Lha kamu sendiri milih apa, Pit?”
              “Aku mantep di farmasi mil. Farmasi itu….lalalalaala…”
              Aku sampai bengong sendiri mendengar penjelasannya yang plek-plek-plek. Beneran niat banget tuh anak. Tap yah…bagus lah. Ketimbang aku coba. Sampai H- sekian sebelum penutupan pendaftaran pun aku masih galau. Bahkan kayaknya aku udah pasrah, Ya Allah apapun deh, yang penting kuliah. Desparate banget kan…kakaka.
              “Lha kamu apa, Mil? Ayolah Mil, biar kita-kita tahu siapa yang bakalan jadi saingan ita di SNMPTN Undangan ini?” bujuk si Pipit lagi.
              “Farmasi mungkin,” godaku sumringah.
                “Lho, kamu itu kayak gitu kok. Masa aku milih farmasi kamu juga milih itu.”
              “Lhoh, kan kita bisa saingan terus kalau kuliah bareng.”
              Jujur ya…waktu itu aku cuma bercanda waktu aku bilang kayak gitu. Maksudku kan ngegodain dia gitu.
              “Gimana kalau gini aja, Mil. Kamu kedokteran UGM  aku yang Farmasi UGM. Gimana?” aku kayaknya nggak bisa lupa deh ekspresinya waktu itu.
              “Nggak ah, aku di farmasi aja. Sama kayak kamu.” Aku beneran ngakak kalau inget cemberutnya waktu itu.
              Ah, karena si Pipit ini ikut BM, jadi pendaftaran SNMPTNnya didahulukan ketimabang yang jalur regular. Aku langsung shock berat waktu dia keluar dari ruang BK buat ngisi blangko pendaftaran dengan senyum garing.
              “Cie…cie…anak UGM, farmasi nih…”
              “Nggak e mil, aku ganti. Aku milih Agronomi UGM tuh.”
              :O…ya…what the hell is going on?  “Lha kenapa”
              “Lha kamu milih farmasi kok. Aku kan…”
              ASTAGHFIRULLAH….aku tuh nggak serius woy!!
              At least…aku mulai mikir buat masu KU lagi. Hadeh…kayaknya saking stressnya kali ya. Tapi probabilitasku masuk KU UNS lewat undangan tuh kayak nggak ada deh. Aku musti berjuang lewat jalur tulis. Apalagi bapak masih ngarepin banget aku masuk KU. Dibela-belain juga jelasin ke aku kalau aku masuk KU kesempatanku untuk sosial masyarakat lalalalal, dapet pahala lalalala, dan apalah itu aku lupa  tuh lebih besar. Aku manggut. Temen-temen pun kayaknya dukung juga kalau aku masuk KU (halah padahal aku kan nambahin saingan yang juag memperebutkan kursi di KU. Hahahah).  H-3 aku putusin…ya udah deh KU aja. :D. Bhahahaha…Plin-plan banget ya.
              “KU UGM sama KU UNS ya?” tawar bapak.
              Gubrak! Astaga!!!!!! Ya Rabb…bunuh diri itu. “Nggak mau. Sastra UGM sama KU UNS?” negoku ulang.
              Dan setelah dibicarakn berjam-jam sampai panuan pantatku, akhirnya dipilihlah pendidikan bio UNS (aku juga nggak tau kenapa aku milih ini, mungkin mengingat kalau biologi nggak jelek-jelek amat dan aku masih semangat ketemuan sama pelajaran satu itu), KU UNS, Sastra UGM (terserah kamu mau masuk apa. Yes. Oke! Besok jadwal pendaftran buat kelasku dan aku siap.
              Aku nggak tau rencana apa yang Allah persiapkan untukku. Aku sakit. Panas tinggi di hari pengisian data buat anak-anak kelasku. Pingin nangis rasanya. Ya Allah….tapi ya badan aja kayak nggak bisa gerak  di tempat tidur. Esoknya walaupun belum sembuh, aku bela-belain ke sekolah. Yah berjuang ngisi pilihan di ruang BK. Jalan aja mau pingsan rasanya. Pipit yang nemenin.
              “Ehm…Pak,boleh lihat temen-temen pada pilih apa gitu nggak, Pak?” cengirku saat aku mau mengisi blangko Undangan.
              Bukan jawaban yang aku dapet tapi malah serentetan nasihat yang intinya aku tuh milih nggak boleh terengaruh sama temen-temen. Ah…please deh. Aku tuh cuma mau ngulur waktu sambil memantapkan hatiku buat pilihanku. Nah, sensasi waktu ngisi universitas pilihan aku ngerasa kalau aku benra blangk. Rencana yang aku susun matang-matang hilang semuanya. UNS pilihan pertama dan UGM pilihan kedua.
              Dan aku nggak tau kenapa waktu itu aku nulisnya kebalik. UGM pilihan pertama, UNS pilihan kedua. Dan aku nggak merasa kalau itu aneh. Trus ngisi prodi. Tiba-tiba au langsung ngisi farmasi dan TPHP (coba aku kepikiran apa ini) dan KU di UNS. Aku masih inget waktu aku tanya sama Partini, kawanku beda kelas....
              “Eh, Tin…pilihamu yang TP…TP tuh apa?”
              “Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian maksudmu. TPHP?”
              Aku langsung mengangguk dan menuliskan pilihan TPHP di blangko pengisian undangan. Aku yakin kalau waktu itu aku beneran blank. Atau jangan-jangan saking depresinya ikutan jam ke-nol, pemadatan, ngerjain tugas, dan lain-lain, otakku mulai hang ya. Entahlah. Dan begitu keluar dari ruang BK, dengan  tampang polos aku tanya Partini lagi. “Tin, kalau TPHP tuh melajarin apa sih?” Bhahaha…
              Aku masih mikir kalau TPHP tuh masuk pertanian. Jadi ya aku nggak perlu terlalu khawatir kalau pilihan pertamaku di UGM tinggi banget. Tapi waktu Mas Joko, kakak iparku yang dosen di UGM telfon, dia bilang kalau TPHP temaptnya mengajar tuh bukan fakultas pertanian. Tapi fakultas yang berdiri sendiri dan eksistensinya cukup tinggi di UGM. Intinya tuh fakultas favorit gitu lah. Pucatlah aku. Hahaha…ya udah deh. Belajar yang keras aja baut bisa masuk KU UNS. Kalau emang jalannya disana ya mau gimana. :D
              

To be continued.......

Powered By Blogger
 
Little Queen Wind Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger